Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap Siahaan saat memimpin pertemuan bersama perwakilan taksi online, taksi konvensional dan supir oplet. Foto: Ery
Karimun, Hbabe.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap Siahaan menegaskan kesepakatan titik jemput penumpang di wilayah pelabuhan Taman Bunga Karimun harus dipatuhi.
Hal ini disampaikan Tohap usai menggelar pertemuan bersama perwakilan taksi online, taksi konvensional dan supir oplet di Ruang Rapat Gunung Papan, komplek perkantoran Bupati Karimun. Senin (9/3/2026).
“Sudah disepakati tadi antara kedua belah pihak dan kami dari pemerintah mencoba mempertemukan, mencari win win solution. Harapan kami para pihak untuk mentaati yang telah disepakati sehingga nanti dilapangan bisa berjalan dengan damai, rukun dan tertib,” ujar Tohap.
Dijelaskan Tohap, bahwa untuk penjemputan penumpang taksi online, lokasinya ditetapkan diantara BBC dengan Tugu Keris atau disamping gedung PKK.
“Titik jemput di kawasan pelabuhan Taman Bunga dapat kita putuskan sesuai dengan arahan dewan pembina tadi yaitu antara BBC dengan Tugu Keris yaitu disamping gedung PKK,” jelasnya.

Tohap mengatakan, saat ini area tersebut existing dipakai untuk parkir dan ini harus ditinjau dan disurvey bersama-sama. Antara BBC dengan Tugu Keris dimana titiknya, kemudian area tersebut akan disterilkan sebagai titik penjemputan.
“Tapi perlu diingat lokasi itu hanya diperuntukkan untuk menjemput penumpang, bukan digunakan untuk mangkal ataupun parkir,” tegasnya.
Ia juga berharap kebijakan tersebut dapat menghilangkan polemik antara driver taksi online dan driver pangkalan yang selama ini kerap terjadi di wilayah pelabuhan Taman Bunga.
“Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas dan kelancaran arus lalulintas di kawasan tersebut,” pintanya.
Masih ditempat yang sama, Ketua umum Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga, Jefri mengatakan pihaknya menerima keputusan mengenai titik jemput penumpang ini.
“Alhamdulillah, ini sesuai dengan kesepakatan dan usulan pembina kami pak Rocky bahwa titik penjemputan taksi online di kantor PKK,” ucap Jefri.
Disisi lain, Jefri berharap driver taksi online dapat mentaati keputusan yang telah disepakati sehingga tercipta suasana yang kondusif dan tertib.
“Kita harap taksi online mentaati kesepakatan bersama ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu perwakilan taksi online, Fadli menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima hasil kesepakatan yang dibuat oleh kadis perhubungan. Menurutnya, keputusan itu dibuat hanya berdasarkan masukan dari pembina taksi konvensional yakni Rocky Marciano Bawole yang juga merupakan Wakil Bupati Karimun.
“Kami dengan ini menyatakan tidak menerima keputusan yang dibuat oleh Kadis Perhubungan. Insyaallah, dalam waktu dekat kita akan menyurati kembali Kadishub, Bupati, maupun Provinsi hingga ke DPRD Karimun,” tegas Fadli.
Fadli menilai keputusan yang dibuat terkait titik jemput penumpang di kantor PKK tidak berpihak kepada taksi online. Sedangkan pihaknya meminta titik jemput penumpang taksi online berada di Tugu Keris.
“Kami selaku anak daerah minta perlakuan yang sama, adil dan tidak berpihak. Pelabuhan itu milik semua orang bukan milik seseorang atau kelompok,” katanya.
Penulis: Ery
Views: 617
