Jakarta, Hbabe.id – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi serta Atase Imigrasi di Perwakilan Republik Indonesia luar negeri untuk segera menyusun dan melaksanakan langkah nyata guna meningkatkan integritas serta kualitas pelayanan publik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pengarahan yang digelar secara hibrida di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (09/06).
Dalam arahannya, Hendarsam menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Ia meminta seluruh petugas untuk segera kembali memusatkan perhatian pada tugas pokok, fungsi, dan program kerja yang telah ditetapkan.
“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum. Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujarnya.

Hendarsam mengakui bahwa peristiwa yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu tantangan terberat bagi organisasi imigrasi. Meski demikian, ia memandang situasi tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan meninggalkan segala praktik serta budaya kerja lama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepemerintahan yang baik.
“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sebagai institusi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, pelayanan imigrasi sangat rentan terhadap masukan dan kritik. Oleh karena itu, kerentanan ini harus dijawab dengan memperkuat karakter dan mental seluruh aparatur agar mampu menanggapi setiap keluhan secara cepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Hendarsam, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, namun keunggulan tersebut harus disertai dengan integritas yang tinggi agar organisasi dapat kembali mendapatkan kepercayaan dan berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa arah utama kebijakan imigrasi adalah mendekatkan diri kepada masyarakat. Berbagai persepsi negatif atau ketidakpuasan yang muncul harus dijawab melalui perubahan sikap dan komitmen nyata dalam bekerja.
“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Hendarsam. (Rls)
Editor: Ery
Views: 11
